Press "Enter" to skip to content

Keistimewaan-Keistimewaan Al Qur’an

Al Qur’an Adalah Kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, kata-katanya Mukjizat, membacanya adalah ibadah, dan tertulis dalam lembaran-lembaran yang dinukil secara mutawatir. Al Qur’an memiliki banyak keistimewaan, mari kita simak sama-sama penjelasan tentang keistimewaan-keistimewaan Al Qur’an.

1. KITAB ALLAH

Salah satu keistimewaan Al Qur’an ialah Kitab Allah SWT. Berisi kalimat-kalimat Allah yang disampaikan kepada Rasulullah SAW. Al Qur’an Seratus persen bersumber dari Allah secara lafal dan makna. Diturunkan melalui seorang utusan dari golongan Malaikat, yaitu Jibril. Al Qur’an diturunkan bukan melalui cara-cara penyampaian wahyu lain, seperti ilham, dibisikan
kedalam hati, mimpi yang benar, atau cara-cara lainnya. Allah Berfirman, Yang artinya :

“Dan Kami turunkan (Al Qur’an) itu dengan sebenarnya dan (Al Qur’an) itu tuurn dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus engkau (Muhammad), hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.” (QS. Al-Isra’ : 105)

Hikmah diturunkan Al Qur’an secara bertahap seiring peristiwa demi peristiwa adalah agar Nabi SAW dan para sahabat lebih kuat dalam menghadapi segala ujian dan kesulitan yang menerpa dan agar Rasulullah SAW membacakan Al Qur’an kepada orang-orang mukmin secara perlahan, sehingga mereka menguasainya dari sisi hafalan, pemahaman, maupun penerapan.

Di Sisi Allah, Al Qur’an adalah kitab yang sudah diketahui dari awal hingga akhir, dalam Ummul kitab atau Lauhul Mahfudz. Siapapu yang membaca Al Qur’an dan ia memiliki akal dan perasaan pasti meyakini bahwa Al Qur’an bukanlah tutur kata manusia dan berbeda dengan tutur kata Rasulullah SAW. Yang tercermin dari Hadits Nabawi. Al Qur’an berada di puncak kefasihan tutur kata manusia.

Imam Ibnu Qayyim menuturkan dalam kitabnya “At-tibyan fi Aqsamil Qur’an” “Renungkan kitab Al Qur’an, anda tentu memahami bahwa seluruh kerajaan adalah hanya milik-Nya, seluruh pujian hanya milik-Nya, kendali segala persoalan berada ditangan-Nya, bersumber dari-Nya, Ia bersemayam diatas Arasy, tidak sesuatupun diseluruh penjuru kerajaannya yang samar bagi-Nya, Ia mengetahui segala yang ada di dalam jiwa para hamba-Nya, menegtahui segala yang dirahasiakan dan yang dinyatakan hamba-hamba-Nya, hanya Ia sendiri yang mengatur kerajaan-Nya, mendengar dan melihat, memberi dan mencegah, memberi balasan dan hukuman, memuliakan dan menghinaka, menciptakan dan memberi rizki, mematikan dan menghidupkan, menakdirkan dan menentukan, mengatur segala urusan yang turun dari sisi-Nya baik kecil maupun besar. Seluruh urusan naik kepada-Nya, tak satupun atom bergerak tanpa izin-Nya, tak satu daun pun gugur tanpa sepengetahuan-Nya.
Renungkan bagaimana Allah memuji, memuliakan dan mengagugkan diri-Nya, menasihati hamba-hamba-Nya, menunjukan dan mendorong mereka pada kebahagiaan dan keberuntungan. Mengingatkan mereka dari segala yang membinasakan. Memperkenalkan diri kepada mereka melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Membuat mereka mencintai-Nya melalui nikmat-Nya. Mengingatkan mereka pada nikmat yang ia beri, memerintahkan sesuatu kepada mereka demi kesempurnaan nikmat, mengingatkan mereka dari siksa –Nya, mengingatkan mereka pada kemuliaan yang Allah sediakan jika mereka taat kepada-Nya, mengingatkan mereka dari siksa yang ia sediakan jika mereka durhaka kepada-Nya, memberitahukan mereka tindakan yang ia lakukan pada para pembela dan musuh-musuh-nya, seperti apa akibat baik yang didapatkan para pembela-Nya dan akibat buruk yang diderita para musuh-Nya.
Ia memuji para pembela-Nya atas amal shaleh dan sifat-sifat baik yang merak sandang, dan ia mencela para musuh-Nya karena amal dan sifat buruk yang mereka sandang, membuat perumpamaan, menyebut dalil dalil dan bukti-bukti, kebenaran secara bervariasi, memggapai dengan baik segala syubhat yang dilontarkan para musuh-Nya, membenarkan yang benar dan mendustakan yang dusta, mengatakan kebenaran dan menunjukan jalan, menyeru menuju negeri keselamatan (Syurga), menuturksn sifat, kwindahan dan kenikmatan surga, mengingatkan mereka dari negri kebinasaan (neraka), mengingatkan siksa, keburukan, dan derita didalamnya.
Ia mengingatkan hamba-hamba-Nya dahwa mereka sangat memerlukan-Nya dari segala sisi, mereka tiada mampu mengesampingkan-Nya barang sekejap mata. Ia mengingatkan mereka bahwa Ia tidak memerlukan Mereka, juga seluruh wujud, Ia Mahakarya, tiada memerlukan apapun, Sebaliknya, segala sesuatu memerlukan-Nya.

2. KITAB YANG TERJAGA

Salah satu keistimewaan Al Qur’an adalah kitab yang terjaga (Mahfudz), Allah sendiri yang menjaganya. Allah tidak menyerahkan penjagaan Al Qur’an kepada siapapun, seperti yang ia lakukan terhadap kitab-kitab suci lainnya. Pembagian penjagaan Allah terhadap Al Qur’an dibagi pada tiga tempat. Yaitu saat sebelum diturunkan, saat diturunkan dan setelah diturunkan.

a. Sebelum diturunkan
Dalam sejumlah ayat, Allah memuji keagungan Al Qur’an dengan menjaganya sebelum diturunkan, Allah berfirman. Yang artinya:

“Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (Ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah), yang ditinggikan (dan) disucikn, ditangan para utusan (malaikat), yang mulia lagi berbakti” (QS. Abasa : 11-16)

b. Saat diturunkan

Penjagaan Allah terhadap Al Qur’an saat diturunkan ditunjukan oleh Firman-Nya. Yang artinya:
“Dan Kami turunkan (Al Qur’an) itu dengan sebenarnya dan Al Qur’an itu turun dengan (membawa kebenaran)” (QS. Al-Isra : 105)

c. Setelah diturunkan
Penjagaan Allah terhadap Al Qur’an setelah diturunkan ditunjukkan oleh Firman-Nya. Yang artinya:

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharaya.” (QS. Al Hijr : 9)
Rangkaian kata dalam ayat ini menunjukkan penegasan dari berbagai sisi yang dapat diketahui oleh siapapun yang mempelajari bahasa arab, diantaranya; Jumlah Ismiyah yang ditegaskan dalam huruf ٳن (Inna) yang bermakna sesungguhnya dan masuknya Lam ta’kid didalam khabar لحفافظون(lahafidzun) yaitu mengulang penegasan karena dijaga Allah, Al Qur’an tetap seperti sedia kala. Laksana gunung menjulang tinggi, kokoh dengan pagar penjaga yang tak bisa ditembus. Segala upaya untuk mengubah satu huruf pun dipastikan menemui kegagalan.
Diantara cara Allah menjaga kemurnian Al Qur’an ialah dengan cara mempersiapkan umat yang memiliki kekuatan hafalan dan dengan menjadikan Al Qur’an sebagai kitab yang mudah untuk dihafal.

Baca Juga Definisi, sejarah dan hikmah dan keutamaan adzan

3. SEBAGAI MU’JIZAT TERBESAR

Al Qur’an merupakan mukjizat terbesar Rasulullah SAW . yang dimaksud dengan mukjizat ialah kejdian luar biasa uang disertai tantangan dan tidak bisa dilawan, yang Allah perlihatkan melalui tangan para Rasul-Nya. Dinamakan sebagai Mukjizat terbesar karena Seluruh makhluk tiada berdaya untuk meniru kata-kata yang tertera dalam Al Qur’an, Allah Berfirman. Yang artinya:

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al Qur’an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.” (QS. Al-Isra : 88)

4. SEBAGAI KITAB YANG JELAS DAN MUDAH

Al Qur’an begitu tawar bak air segar, mudah bagi siapapun yang ingin meamahami dan memetik pelajaran yang diperluakan, Allah berfirman, yang artinya:

“Maka sungguh, telah Kami mudahkan 9Al Qur’an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dar agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang”(QS. Maryam : 97)

Al Qur’an adalah kitab yang jelas, karena Al Qur’an Allah turunkan dengan tujuan agar maknanya dpahami, hukumnya dimengerti, segala rahasianya diketahui, dan ayat-ayatnya direnungkan.

5. KITAB PETUNJUK YANG NYATA

Apa yang disampaikan Al Qur’an ini terwujud ketika bangsa arab berpegangan pada petunjuk Al Qur’an, hingga mereka keluar dari kegelapan menuju cahaya, dari keterbelakangan menuju puncak peradaban, dari kehinaan dan selalu mengekor umat lain menuju kepemimpinan dan Universalitas, setelah itu mereka menyebarkan petunjuk Al Qur’an ini di dunia sekitarnya dengan penuh amanah, pengorbanan, dan keikhlasan. Tak lama kemudian, dunia mengenakan pakaian kemuliaan, keunggulan, dan keindahan. Sejarah kaum muslimin sepanjang masa membuktikan bahwa ketika berpegang teguh pada Al Qur’an, mereka menjadi umat paling maju.

baca Juga Nama nama lain dari Al Qur’an

6. KITAB UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA

Melalui kitab ini, Allah menyampaikan pesan kepada seluruh umat manusia hingga hari kiamat tanpa terbatas oleh ruang ataupun waktu, dan bukan untuk satu golongan saja. Al Qur’an ditunjukan kepada golongan jin dan manusia. Al Qur’an menyampaikan pesan kepada mereka semua yang akan membawakan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi mereka. Pesan Al Qur’an berupa akidah yang lurus, ibadah yang bijak, hukum yang luhur, dan akhlak yang mulia yang meluruskan kehidupan mereka. Allah berfirman, yang artinya:

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan Manusia)” (QS. Al furqan : 1)

Baca Juga pahala dan keutamaan Wudhu

7. KITAB SEPANJANG MASA

Alasan Al Qur’an disebut kitab sepanjang masa karena Al Qur’an adalah kitab untuk seluruh umat manusia, seluruh agama, dan seluruh kebenaran, maknanya ialah kitab yang abadi. Al Qur’an bukan kitab untuk masa tertentu, bukan pula untuk generasi tertentu saja lalu setelah itu batas waktunya habis, Al Qur’an adalah kitab yang relevan untuk kapan dan dimanapun meskipun dalam rentang waktu dan peradaban yang berbeda. Nilainya tidak luntur. Bahkan tidak ada kitab yang relevan selain Al Qur’an.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *