Press "Enter" to skip to content

Sunah Sunah Wudhu

Sunah Sunah Wudhu | Topuler.com – Ada dua macam Sunah Rasulullah SAW dalam berwudhu. Pertama, Sunnah Muakkadah Yaitu Sunah yang selalu dilakukan Rasulullah SAW disetiap kali berwudhu, sedangkan yang kedua adalah sunah ghair muakkadah, yaitu sunah wudhu yang kadang-kadang dilaksanakan Rasulullah SAW didalam berwudhu. Jenis Sunah Ghair muakkadah ini dikalangan ulama Malikiyah disebut dengan istilah “keutamaan” (fadha’il), dan menurut kalangan Imam Hanafi disebut juga dengan sebutan “Mandubat”.

Adapun Sunah-sunah dalam wudhu setidaknya ada Beberapa sunah yang dianjurkan. Mari kita simak sama-sama penjelasannya.

1. Membaca Basmalah
Dalam sebuah Hadits, dikisahkan bahwasanya Rasulullah SAW. Suatu kali meletakkan tangannya pada bak air senada berkata kepada para sahabat: “Tawadha’u Bismillah”(Berwudhulah dengan menyebut menyebut asma Allah).” (HR. Baihaqi) Dalam Hadits lain rasulullah SAW bersabda: “Setiap pekerjaan baik yang tidak diawali dengan membaca basmalah kurang medapatkan berkah” Sunah membaca basmalah sebelum berwudhu diutarakan oleh tiga madzhab, diantaranya ialah; Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Maliki. Adapun pendapat Imam Ahmad Bin Hambal, membaca basmalah ketika hendak melaksanakan Wudhu ialah Wajib.

2. Bersiwak
Dalam sebuah Hadits yang di ceritakan oleh Abu Hurairah RA. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِاالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ.
“Andai saja tidak akan memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka bersiwak di setiap kali shalat. (HR. Malik, Syafi’i, dan Baihaqi)
Siwak sendiri berasal dari pohon arok dan sejenisnya. Dan biasa dijumpai di daerah timur tengah.

3. Membasuh Tangan
Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kotoran ataupun najis yang menempel di tangan. Rasulullah SAW. Bersabda:
إِذَا قَامَ أحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلْيَغْسِلْ يَدَيْهِ قَبْلَ أنْ يُدْخِلَهُمَا فِى الْإِنَاءِ ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدَهُ.
“Jika salah satu diantara kamu sekalian terjaga dari tidur, maka hendaklah membasuh tangannya sebelum memasukkannya ke dalam bak air, karena ia tidak tahu kemana tangannya (bergerak) saat ia tidur.” (HR. Bukhari)

4. Berkumur
Yang menjadi landasan Sunah ini ialah sabda Rasulullah SAW, Beliau mengatakan: “Ada sepuluh perbuatan sunah (saat berwudhu), dan salah satunya adalah berkumur (Madmadhah) dan membersihkan hidung (istinsyaq).” (HR. Muslim) Dalam Hadits lain, Rasulullah SAW bersabda.
إِذَا تَوَضَأْتَ فَمَضْمِضْ.
“Jika kamu akan melakukan Wudhu, maka berkumur-kumurlah (HR. Abu Daud dan Baihaqi)

5. Membersihkan hidung dengan air
Hal ini telah menjadi tradisi orang arab, dimana membersihkan hidung dengan air ini disebut istinsyaq atau istinsar. Dalam sebuah Hadits, rasulullah SAW. Bersabda:
إِذَا تَوَضَأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لِيَنْتَثِرْ.
“Jika salah seorang diatara kalian akan melakukan wudhu, maka hendaklah memasukan air kedalam hidungnya, lalu keluarkan” (HR. Bikhari dan Muslim)
Adapun sunah membersihkan hidung ini dianjurkan untuk dilakukan dengan lama, kecuali bagi mereka yang sedang berpuasa, karena khawatir akan ada air yang masuk kedalam tenggorokan.

6. Mengusap jenggot
memelihara jenggot hukumnya sunah dan dianjurkan untuk diteladani. Adapun mengusap jenggot ketika berwudhu dianjurkan agar meresapkan air ke dalam kulit yang tertutupi oleh bulu jenggot. Sayyidina Utsman RA. Menceritakan:
أَنَّ النَّبِيَّ يُخَلِّلُ لِحْيَتَهُ.
“Sesungguhnya nabi menyela jenggotnya (dengan air)” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)

7. Membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki
Rasulullah SAW. Bersabda:
إذَا تَوَضَأْتَ فَخَلِلْ أَصَابِعَ يَدَيْكَ وَرِجْلَيْكَ.
“Jika kamu akan berwudhu, hendaklah membersihkan (Menyela-nyela) jari kedua tangan dan kakimu.”

8. Mengusap kedua telinga
Cara yang dianjurkan untuk mengusap kedu telinga adalah dengan menggunakan jari telunjuk untuk membersihkan daun telinga bagian dalam, dan ibu jari membersihkan telinga bagian luar. Rasulullah SAW. Bersabda :
أَنَّ رَسُوْلَ اللّهِ مَسَحَ فِي وُضُوْءِهِ وَرَأْسَهُ وَأُذُنَيْهِ ظَاهِرَهُمَا وَبَاتِنَهُمَا.
“Sesungguhnya rasulullah SAW mengusap kepala dan kedua telinganya saat berwudhu, bagian dalam dan luarnya.

9. Memulai dari yang kanan
Dalam segala hal kebaikan, tidak hanya dalam wudhu, biasanya Rasulullah menyukai untuk memulai dengan yang kanan. Seperti halnya dalam sebuah hadits berikut ini:
كَانَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ التَّيَامُنَ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطَهُوْرِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ.
“Rasulullah suka memulai dengan yang kanan saat memakai sendal, berjalan, dan bersuci, bahkan dalam segala hal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Membasuh atau mengusap sebanyak tiga kali
Hal ini diceritakan oleh sayidina Utsman bin Affan, Beliau mengatakan “Sesungguhnya Rasulullah SAW. Melakukan wudhu (dengan membasuh atau mengusap) tida kali dan tiga kali.”

11. Melakukan Wudhu dengan tampa jeda berhenti dengan lama
Maksudnya ialah, hendaklah melakukan wudhu dengan tempo yang beruntun. Tidak ditunda-tunda.

12. Berdo’a setelah melaksanakan wudhu
Adapun do’a yang dianjurkan adalah sebagai berikut
اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.
“Ya Allah, Jadikanlah aku sebagai bagian dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai bagian dari orang-orang yang suci.

Sekian dan Semoga tulisan ini menjadi wasilah lebih sempurnanya ibadah kita kepada Allah SWT. (Amin)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *